Siapkah Brasil Menyambut Tamunya
XMotobola

Siapkah Brasil Menyambut Tamunya

Update Terakhir: August 31, 2014

Bandar Bola –  Saat Brasil ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia, banyak yang menyebut sepakbola telah pulang ke rumahnya. Tapi dengan segalanya carut-marut persiapannya, siapkah negara tersebut meyambut tamunya?

Agen Bola, Agen Judi, Agen Bola Online, Judi Online, Casino Online, Togel Online, Tangkas Online, Bandar Bola, Agen Betting, Poker Online

Tangkas Online – Inggris memang jadi tempat lahirnya sepakbola modern, tapi Brasil adalah tempat di mana olahraga tersebut benar-benar menjadi sebuah muara budaya, kesosialan, dan agama. Di Inggris sepakbola adalah industri dengan segala keteraturannya, sementara di Brasil sepakbola adalah gairah yang penuh kejutan. Itu mengapa orang-orang Brasil menyebut negeri mereka sebagai ‘O País do Futebol’ atau ‘Negerinya Sepakbola’.

Tahun ini, ‘Negeri Sepakbola’ tersebut mendapatkan kesempatan menggelar hajatan sepakbola terbesar di dunia: Piala Dunia. Ini adalah yang kedua kalinya sepanjang sejarah mereka, mengakhiri penantian 64 tahun setelah terakhir kali pada 1950.

Wajar saja jika pada awalnya ada antusiasme, namun hal itu kemudian berubah menjadi penolakan yang diikuti berbagai kontroversi. Brasil kocar-kacir mempersiapkan Piala Dunia.

Tak ada keraguan soal cinta publik Brasil terhadap sepakbola, tapi angka-angka yang teramat masif dalam anggaran persiapan Piala Dunia membuat mereka terpaksa bersuara. Sebabnya, di berbagai sisi lain khususnya pelayanan kesehatan, pendidikan, dan transportasi, kondisinya masih tak memadai. Riset dari Pew Research baru-baru ini mengungkapkan bahwa 6 dari 10 orang Brasil berharap pemerintahnya menghabiskan uang untuk sarana kesehatan dan transportasi publik, sebagaimana dilansir International Business Times.

Maka tak mengejutkan jika demo-demo marak sejak Piala Konfederasi tahun lalu. Mereka mengecam penggunaan dana berlebihan dalam Piala Dunia. Misalnya saja, untuk merenovasi Stadion Maracana sejatinya cuma dianggarkan 350 juta dolar AS, tapi kenyataannya malah sampai menghabiskan uang sebanyak 600 juta dolar. Pembengkakan yang nyaris dua kali lipat.

Demo-demo dan kecaman hingga kini masih menjadi sebuah persoalan serius dalam penyelenggaraan Piala Dunia, menimbulkan masalah keamanan lain mengingat Brasil sebelumnya sudah dikenal kurang ramah turis. Saat Piala Konfederasi lalu misalnya, sejumlah pemain timnas Spanyol kehilangan barang berharga di hotel. Perampokan dan pencurian memang menjadi salah satu problem utama di Piala Dunia nanti mengingat jutaan turis akan datang ke Brasil.

Pemerintah Brasil yang tak ingin dianggap gagal mengamankan Piala Dunia lantas mempersiapkan diri. IBN mengungkapkan bahwa pemerintah setempat menyiapkan dana hingga 800 juta dolar AS untuk biaya pengamanan, disebut-sebut sebagai biaya pengamanan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia. Operasi keamanannya sendiri diperkirakan akan melibatkan 170 ribu personel gabungan dari militer, polisi, dan dari pihak lain.

Masalah lain yang tak kalah besar adalah terkait stadion. Dari 12 stadion yang diharuskan selesai pada akhir tahun lalu, separuhnya meleset dari batas waktu tersebut. Hanya Stadion Maracana, Mineirao, Arena Pernambuco, Arena Fonte Nova, Nacional, dan Castelao yang tepat waktu dan telah teruji dengan menggelar Piala Konfederasi.

Sementara enam sisanya meleset dari jadwal yakni Arena Corinthians, Arena da Baixada, Beira-Rio, Arena Amazonia, Arena Pantanal, dan Das Dunas. Salah satu yang paling menjadi sorotan adalah Arena Corinthians di Sao Paulo yang akan menggelar laga pembukaan antara Brasil kontra Kroasia pada 13 Juni mendatang.

Selain karena tewasnya tiga pekerja dalam kurun enam bulan terakhir, pembangunan stadion berkapasitas 68 ribu penonton tersebut belum juga selesai sepenuhnya, sebagaimana dilaporkan International Business Times (8/6) kemarin. Uji coba akhir dengan kapasitas penuh yang semestinya digelar pun sejauh ini belum bisa dilaksanakan. Tiga stadion lain yang hingga kini belum sepenuhnya kelar digarap adalah Arena da Baixada, Arena Pantanal, dan Das Dunas.

Tak cuma stadion yang belum siap, sejumlah infrastruktur pendukung seperti bandara juga demikian. Koran lokal Folha de Sao Paulo belum lama ini mengungkapkan sejumlah bandara di kota penyelenggara Piala Dunia tidak akan siap sebelum kick off pada 13 Juni. Dua yang paling parah adalah di Belo Horizonte dan Manaus.

“Hanya Tuhan yang bisa menyelesaikan ini tepat waktu,” ungkap Francisco Araujo, pekerja di Bandara Belo Horizonte. Koran tersebut juga menyebutkan bahwa tiba di bandara bagai sebuah ‘petualangan’, di mana masih ada renovasi yang berlangsung, jalur pejalan kaki yang berbelit-belit, foodcourt yang belum selesai digarap, dan debu-debu yang bertebaran.

Di Manaus, penumpang juga harus mengantre cek-in berselimutkan debu dan kerumunan pekerja renovasi. Truk-truk dan kendaraan konstruksi juga masih tampak seliweran di sekitar bandara. Satu-satunya bandara yang paling siap adalah di Brasilia.

Presiden Dilma Roussef mengungkapkan berbagai keterlambatan ini sebagai buah dari demokrasi Brasil, merujuk pada demo-demo dan kecaman yang mengiringi pembangunan. Tapi dia menjamin Piala Dunia berjalan aman sebagaimana dikutip BBC ,”Kami menjamin sepenuhnya keamanan orang-orang”.

Sejumlah hal lain masih menghantui kesiapan Brasil menyelenggarakan Piala Dunia, seperti jaringan telepon genggam di stadion yang belum oke, kemampuan memasok listrik yang dipertanyakan, demo pekerja kereta bawah tanah menuntut kenaikan upah sejak pekan kemarin, atau terkait dukungan kesehatan. Tapi FIFA tetap yakin penyelenggaraan bakal berlangsung lancar dan sukses.

“Saya yakin ini akan jadi sukses yang sangat-sangat besar. Semangat Brasil terhadap permainan sepakbola dan kemampuan mereka memainkan sepakbola membuat Piala Dunia ini sangat-sangat spesial,” kata Presiden FIFA Sepp Blatter seperti dikutip Reuters belum lama ini.

Agen Betting Serangkaian problem di Piala Dunia 2014 ini setidaknya menunjukkan bahwa di Brasil sepakbola memang merupakan gairah yang unik dan penuh kejutan juga gejolak.

Lalu bagaimana Piala Dunia nanti akan berlangsung di ‘Negeri sekaligus Rumah Sepakbola’? Sangat patut dinantikan.