Bandar Bola | Brasil Berharap Penyelamat pada Coach Scolari
XMotobola

Brasil Berharap Penyelamat pada Coach Scolari

Update Terakhir: August 31, 2014

Bandar Bola – Brasil Berharap Penyelamat pada Coach Scolari
– Ketika terakhir kali ditangani oleh Luiz Felipe Scolari, Brasil sukses jadi juara Piala Dunia. Setelah serangkaian Piala Dunia yang buruk, Brasil pun berpaling lagi pada Scolari, minta diselamatkan.

Agen Taruhan Bola, Agen Casino, Agen poker, Agen Bola Tangkas, Agen Togel

Tangkas Online –  Felipao –atau Big Phil, demikian Scolari biasa dipanggil atau dijuluki– mengambil tongkat estafet dari Emerson Leao ketika ditunjuk menjadi pelatih Brasil untuk Piala Dunia 2002. Empat tahun sebelumnya, Brasil yang tampak tidak bisa dihentikan sepanjang turnamen, akhirnya takluk 0-3 di tangan Prancis pada partai puncak.

Scolari sukses. Brasil sempurna di fase grup, memenangi seluruh tiga pertandingan yang mereka lakoni di grup itu. Mereka mencetak 11 gol dan hanya kebobolan tiga gol di fase tersebut.

Agen Betting Di fase knock-out, Brasil juga tidak terhentikan. Terhitung, dari babak perdelapanfinal sampai akhirnya jadi juara dengan mengalahkan Jerman 2-0, Brasil ketika itu mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan dua gol.

Secara total, Brasil mencetak 18 gol dan hanya kebobolan lima gol ketika menjuarai Piala Dunia 2002. Penyerang mereka, Ronaldo, sukses jadi top skorer dengan 8 gol.

Sesudah itu Brasil menurun. Pada Piala Dunia 2006, mereka berpaling pada Carlos Alberto Parreira, orang yang pernah membawa mereka menjuarai Piala Dunia 1994. Namun, Brasil hanya melangkah sampai babak perempatfinal. Mereka takluk 0-1 dari Prancis.

Parreira pun dikritik habis. Taktik sepakbolanya dianggap sudah ketinggalan zaman dan akhirnya diberhentikan setelahnya.

Pada Piala Dunia 2010, Brasil berpaling pada Dunga. Berbeda dengan gaya main Brasil selama ini, Dunga justru menerapkan permainan defensif.

Strategi Dunga tersebut tidak disukai oleh banyak penggemar. Dan terbukti, Brasil tidak meraih apa-apa pada Piala Dunia 2010. Mereka hanya sampai babak perempatfinal, di mana mereka takluk 1-2 di tangan Belanda.